...SELAMAT DATANG DI BLUE-RED PARADE... e-mail : ridhoclosser@yahoo.com ___ Phone number on +6281241066789

Selasa, 22 November 2011

Tojo Minoru Tewas Setelah Selesai Memimpin Pertandingan Antara Indonesia vs Malaysia di Final Sea Games 2011



Jakarta - Wasit Tojo Minoru asal Jepang yang memimpin pertandingan Final Seagames 2011 antara Malaysia vs Indonesia tadi malam menemui ajalnya, tidak lama berselang setelah selesai memimpin pertandingan antara Malaysia vs Indonesia, Wasit Tojo Minoru tewas tertembak tepat di kepala oleh orang yg tidak dikenal, yang diduga seorang penembak jitu.

Beberapa saksi mengatakan bahwa kejadian itu begitu cepat terjadi tiba tiba saja terdengar suara tembakan dua kali berturut - turut yang diduga berasal dari salah satu kamar hotel yang tidak jauh dari Stadion Gelora Bung Karno, tempat di mana pertandingan Malaysia vs Indonesia diadakan semalam.

Sementara itu, saat ini kepolisian setempat sedang menyelidiki keterkaitannya di mana saat itu Wasit Tojo Minoru menganulir dua gol Indonesia yang dilakukan oleh Octo Maniani dan Titus Bonai ke gawang Malaysia yang tidak disahkan oleh wasit karena offside.

Sampai berita ini diturunkan, Pelaku penembakan belum diketahui dan dipastikan nggak bakalan diketahui, karena sy keburu bangun dari tidur, setelah semalam kecewa dengan hasil Malaysia vs Indonesia dan keputusan wasit.
Ternyata sy cuma mimpi ,,,hohohohowkwkwkwwk...#lol

*ini ceritaku mana ceritamu..??

Senin, 21 November 2011

Curahan hatiku untuk Ayah dan Ibu

Ayah dan ibu bilang:"kamu titipan Tuhan,kami harus menjaga kamu baik-baik" tapi,seiring waktu berjalan, semakin banyak kesalahan yang aku buat yang menyakiti ayah dan ibu.  Hanya lewat catatan kecil ini,ku ungkapkan semua yang ada di benak ku,rasa bersalah yang mendalam telah menyakiti ayah dan ibu berulang kali (yang hebatnya,ayah dan ibu tidak pernah bisa membenci anaknya walaupun telah aku sakiti hatinya berulang kali)  Terima kasih ayah,ayah sudah membanting tulang bekerja begitu giat demi menghidupi aku,maaf ayah sering kali aku tidak memperhatikan bagaimana letihnya diri ayah mencari sesuap nasi bagi keluarga ini.Begitu bodohnya aku tidak menanyakan keadaan diri ayah, walaupun kita ada di dalam satu rumah sederhana ini,begitu angkuhnya aku tidak memijat kaki mu,tanganmu ketika ayah letih setelah bekerja seharian demi aku.  Terima kasih ibu,ibu telah berjuang hidup dan mati demi melahirkan aku di dunia ini,maafkan aku ibu sering aku tidak membantumu yang bekerja mengurus rumah tangga ini, tanganmu yang tidak lelah bekerja mengatur isi keluarga ini sangat berarti, namun jarang aku tawarkan diriku hanya sekedar untuk memijat tanganmu yang selalu mendekap diriku saat aku masih bayi [begitu hinanya diriku sering membantah ucapan serta nasihat yang ibu beri padaku,yang seharusnya aku resapi baik2,yang seharusnya aku tahu, ibu sering menegurku karena ibu sayang padaku].  Terima kasih ayah,sejak aku lahir di dunia ini,ayah menggendongku dengan penuh rasa kasih sayang, menyuapi makan ketika aku lapar,menggantikan ibu mengurus rumah saat ibu terbaring di kamar karena melahirkanku,maaf kan aku ayah,sering kali aku mengejek dirimu,membantah tiap ucapan bijak dari mu, yang seharusnya aku sadar,ayah adalah imam di keluarga ini.  Begitu hinanya aku saat aku membohongi ayah untuk sekedar memakai kendaraan sesuka hati,atau meminta dijemput dari suatu tempat yang tujuannya hanya untuk kesenangan ku, padahal ayah telah letih bekerja seharian ini.  Begitu bodohnya aku ketika aku punya waktu senggang,yang aku lakukan malah menghabiskan uang dari ayah untuk foya2, sedangkan ayah bekerja mati2an demi mencari uang yang akan menghidupi diri ku.  Terima kasih ibu,ibu tidak pernah mengeluh membimbingku, menjelaskan padaku yang mana yang baik dan yang salah, menjagaku ketika aku sakit,memberi aku kasih sayang tulus seorang ibu yang didambakan banyak orang.Sungguh,maafkanlah aku ibu,tidak jarang aku menolak membantu ibu ketika ibu meminta bantuanku.  Aku tidak memperhatikan betapa besarnya peran ibu di rumah, sedang aku hanya sedikit yang bisa aku lakukan.Betapa hinanya aku lebih senang menemani teman-temanku berbelanja menghabiskan uang sia-sia di pusat belanja,daripada menemani ibu di rumah,mengerjakan tugas rumah yang berat itu.  Sungguh banyak rasa terima kasih yang tak bisa aku ungkapkan lagi dalam kata-kata,begitu besar cinta ini bagi ayah dan ibu.Maafkan aku ayah,ibu aku telah bersalah telah menyakiti hati ayah dan ibu,menyayat perih dari tiap perkataan dan perbuatan yang aku perbuat,yang tak sengaja tanpa kusadari telah menyakiti hati ayah dan ibu.  Aku terus berusaha menjadi anak yang berbakti dan baik untuk ayah dan ibu,tidak cukup hanya membiayai ayah, ibu dan adik2 nantinya ketika aku besar nanti, untuk membayar dan menggantikan semua jerih payah ayah dan ibu agar aku bisa menjadi manusia yang berguna.  Dengan segenap hati, aku sangat mencintai dan menyayangi ayah dan ibu, terima kasih telah merawat diriku terima kasih telah memberikan kasih sayang yang begitu besar padaku.  Terima kasih telah menjadi orang tua yang sangat membanggakan, semoga, aku bisa menjadi pribadi yang ayah dan ibu banggakan,semoga aku bisa membuat ayah dan ibu tersenyum dengan keberhasilan ku telah menjadi seseorang yang ayah dan ibu impikan,amin...  Wasalamualaikum

Orang Tua Bukanlah Pemilih

baiklah kali ini saya ingin berbagi suatu quote saya (sekali2 gk papa sok tua) kepada para blogger semua. disini saya akan membahas tentang orang tua bukan sebagai pemilih, maksudnya ialah jangan kita berikan semua keputusan itu kepada orang tua kita, mereka bukanlah pemilih, tetapi kitalah yang memilih jalan kita. mereka hanyalah penyupport apa yang kita cita-citakan tetapi apabila jika mereka terus memaksa untuk menjadi pemilih mungkin saja anak itu tidak merasa dapat berkreasi sesuai dengan kehendaknya dan alhsail anak itu akan kaku terhadap apa yg dipilih orangtuanya. saya menulis ini bukan atas dasar bahwa tidak percaya terhadap orangtua tetapi kitalah yang mengetahui apa yang harus kita pilih dan kita juga haruslah membutuhkan doa dan support dari orang tua, bukan orangtua yang menentukan apa yang dia inginkan tetapi mereka hanyalah sebagi media pendukung dan kita yang mengeksekusinya. sekian terimakasih, semoga bermanfaat :)